Proses Audio Mixing adalah proses pengolahan sinyal audio secara internal dan digital yang dilakukan untuk membuat sinyal keluaran menjadi padu dan indah, seperti memadukan beberapa rekaman suara seperti gitar, bass, drum, synth bank, dll.
Mixing pada umumnya dilakukan setelah proses rekaman berlangsung, hasil akhir yang diinginkan adalah keluaran suara yang “pro”.
A. MONITORING LEVEL
Sebisa mungkin mixing dengan menggunakan headphone yang baik, jika menggunakan merek sennheiser PX100 yang kualitasnya sangat baik dalam keseimbangan dan respon frekuensi yang lebar serta rata (flat), walau aplikasinya untuk mobile devices tapi baik juga digunakan mixing monitoring level artinya level volume pada saat kita mixing.
Kalau kita mixing dengan volume yang terlalu pelan, maka kemungkinan
besar hasil mixing anda akan kebanyakan bass. Ada hubungan nya dengan
teori kurva fletcher / munson yang singkatnya mengatakan bahwa telinga
manusia pada saat volume rendah tak seberapa sensitif pada low &
high frequency. disini terlihat bahwa telinga manusia memiliki
kelemahan. menurut kurva diatas, jika kita mencari frekuensi rendah,
misalnya 30 Hz, kita tidak akan menemukannya pada level volume (sound
pressure level) rendah. kita hanya akan mendengar frekuensi tersebut
jika kita memperbesar level volume sampai diatas 60dB. tetapi sangat
tidak disarankan untuk menaikkan level volume sampai diatas 100dB
karena akan merusak telinga anda. kira2 70-85dB
lah, cara mengukurnya juga dengan SPL meter yang ditempatkan di output
speaker. kalau mau patokan mudahnya, kita masih bisa mendengar teman
kita berbicara dalam radius 1 meter.
B. EXCITER
Alat ini berguna untuk meng-create frekuensi tinggi, bedakan dengan equalizer. equalizer bekerja dengan prinsip mem-boost frekuensi yang kita inginkan. dengan exciter kita akan mendapatkan sound yang tidak mendem dengan citarasa sempurna
C. KOMPRESOR
Ini alat yang paling penting dalam dunia recording! berarti
mengkompres sinyal audio agar rata dan halus, “level different” lebih
kecil, juga agar level volume tidak “beradu” keras dengan instrumen
lain misal gitar dengan vokal “berhimpit”. tetapi jangan terlalu banyak
menggunakan kompresor sehingga suara akan terdengar berada dalam
“tekanan”.
D. EQUALIZER
Suatu proses rekaman yang sempurna akan memudahkan pekerjaan selanjutnya
yaitu mixing. penggunaan equalizer BISA dinihilkan jika grafik respon
frekuensi tergolong sempurna (sesuai dengan yang kita inginkan) namun
hal ini jarang terjadi. biasanya kita masih tetap membutuhkan EQ
untuk mem-boost frekuensi yang kita rasa kurang. tapi ada satu
hal penting yang harus kita perhatikan disini, jangan pernah mem-boost
EQ lebih dari 6dB. keaslian suara akan hilang dan biasanya tidak akan
imbang dan tidak enak didengar.
E. SOFTWARE/VTS PLUG IN
Seperti reverb untuk mempercantik suara, gunakan pada kadar yang tipis
pada umumnya. surround dan imager untuk penataan lebar sempitnya suara
dan letak virtual sumber suara
Copyright © 2010-2011 ThemeXpert.com All right reserved.
Top