callistarecording.com

Margonda raya street 460 Showroom Bajaj lt.2 Depok Telp.(021) 93065629 or (021) 77 212666

1 2 3 4

Dunia  AUDIO PRO (Profesional Audio) memiliki semesta pembicaraan tentang bunyi. Isu utamanya  adalah memproduksi  bunyi  dengan hasil akhir yang “layak” berdasarkan parameter tertentu.

Dalam menghasilkan bunyi yang “layak” itulah,dunia audio pro memiliki juga isu-isu pembicaraan disamping isu utamanya. Dibahas dan dipaparkan pengenalan piranti.Juga proses menghasilkan bunyi yang layak serta standarisasi kelayakan, dan sebagainya. Diantara topik bahasan di dunia seni bunyi profesional tersebut,ada sebuah proses yang dinamakan Mixing. Dari ranah itulah Bouncing berasal.

Terlebih dahulu kita akan menengok dan secara sekilas rantai reproduksi bunyi seperti pada tabel disamping. Bouncing, secara sederhana, dapat dimaknai sebagai , upaya mencampur bunyi yang terdapat dalam beberapa track (jalur) ke track baru dengan jumlah lebih sedikit. Bouncing adalah sebuah upaya untuk mencampur dan bukan merupakan sebuah pengelompokan bunyi belaka.

 

Bouncing dilakukan minimalnya untuk dan pada keadaan :

 
  • Penyederhanaan data bunyi. Dalam sesi rekaman professional bisa terdapat track yang berisi hasil tang kap bunyi dan berjumlah hingga puluhan. Untuk memudahkan pengolahan bunyi,kita melakukan bouncing. Misalnya, track drums yang terdiri dari track hi hat,track cymbals, snare, tom dua buah, floor, kick, kita bounce menjadi hanya satu track. Atau jika kita menginginkan stereo, dapat kita lakukan bounce menjadi dua track.Proses bouncing semacam ini akan memudahkan kita untuk memixing bunyi. Karena setidaknya sudah ada bunyi matang yang tercampur dan ini sangat berguna untuk membantu kita mewujudkan visi untuk bunyi miving secara keseluruhan.
  • Jika terdapat perbedaan jumlah kanal input output antara desk mixer dan prosesor eksternal. Dalam proses mixing idealnya tiap track mendapat processing secara mandiri. Namun seringkali hal semacam ini tak memungkinkan. Misalkan jika kita hanya memiliki compressor yang mono. Maka kita perlu melakukan bouncing. Agar dua bunyi dicampur dalam satu track namun memiliki hasil kompresi yang saling menunjang. Misalnya antara kick dan snare, mengkompres kick akan mengumpan naikkan snare . Memang nampaknya dibutuhkan pemahaman konsep dasar mixing. Itulah mengapa bouncing bukan sekedar pengelompokan bunyi belaka.
 

Dalam recording dengan system digital,bouncing juga memainkan fungsi dan perannya. Penyederhanaan jumlah track dapat menghemat space dan meringankan kinerja CPU komputer kita.

Source : website Audiopro