callistarecording.com

Margonda raya street 460 Showroom Bajaj lt.2 Depok Telp.(021) 93065629 or (021) 77 212666

1 2 3 4

Ranah profesional audio adalah dunia bunyi. Bunyi dalam pro audio dipandang sebagai materi auditif yang manifestasinya berupa gelombang. Gelombang bunyi sebagai materi fisika memiliki sifat-sifat dan parameter-parameter.

 

Sifat dan parameter gelombang bunyi inilah yang menjadikan profesional audio sebagai bidang pekerjaan yang sangat mengandalkan pengukuran. Pengukuran terhadap nilai ambang tertentu. Terhadap parameter dan perilaku gelombang dan tentu saja terhadap kinerja peralatan yang merupakan lahan utama bidang pekerjaan profesional audio.

Peralatan dan/atau peranti dalam profesional audio senantiasa tersaji dalam keadaan terukur. Sebetulnya, bukan hanya perantinya saja, ruang tempat cakupan penataan audio pun semestinya tersaji secara terukur. Kadar keterukuran peranti dalam profesional audio, senantiasa dinyatakan dalam bentuk spesifikasi teknis.

Spesifikasi teknis inilah yang menjadi patokan saat kita membeli dan/atau menggunakan peranti. Saat kita ingin menyewa peranti tambahan untuk melengkapi sistem kita pun, seyogyanya memperhatikan benar akan spesifikasi teknis ini. Dalam pengoperasian sistem kita pun, spesifikasi teknis amat diperlukan agar sistem kita bekerja secara optimal dan dengan efisiensi yang sangat baik.

Secara teoritis, memang spesifikasi teknis merupakan pedoman bagi teknis operasi sebuah sistem tata bunyi. Namun, hendaknya senantiasa diingat bahwa hasil akhir dari sebuah sistem tata bunyi adalah bunyi itu sendiri. Bunyi adalah materi auditif. Jadi, sebetulnya ada peran yang amat besar dari indera pendengaran manusia dalam ranah profesional audio.

Yang menjadi masalah adalah seringkali pada situasi nyata, apa yang kita rasakan melalui telinga kita dapat sangat berbeda dengan rujukan spesifikasi teknisnya. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana kita layak bersikap? Apakah mengandalkan spesifikasi teknis semata? Atau mengandalkan kemampuan “golden ear” kita semata? Ataukah kita harus berpatokan pada keduanya? Jika pun kita harus mengacu pada spesifikasi teknis dan sekaligus juga telinga, bagaimana korelasi antar keduanya?

Source :Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 10 Oktober-November 2010