Ranah profesional audio adalah dunia bunyi. Bunyi dalam pro audio dipandang sebagai materi auditif yang manifestasinya berupa gelombang. Gelombang bunyi sebagai materi fisika memiliki sifat-sifat dan parameter-parameter.
Sifat
dan parameter gelombang bunyi inilah yang menjadikan profesional audio
sebagai bidang pekerjaan yang sangat mengandalkan pengukuran. Pengukuran
terhadap nilai ambang tertentu. Terhadap parameter dan perilaku
gelombang dan tentu saja terhadap kinerja peralatan yang merupakan lahan
utama bidang pekerjaan profesional audio.
Peralatan dan/atau
peranti dalam profesional audio senantiasa tersaji dalam keadaan
terukur. Sebetulnya, bukan hanya perantinya saja, ruang tempat cakupan
penataan audio pun semestinya tersaji secara terukur. Kadar keterukuran
peranti dalam profesional audio, senantiasa dinyatakan dalam bentuk
spesifikasi teknis.
Spesifikasi teknis inilah yang menjadi
patokan saat kita membeli dan/atau menggunakan peranti. Saat kita ingin
menyewa peranti tambahan untuk melengkapi sistem kita pun, seyogyanya
memperhatikan benar akan spesifikasi teknis ini. Dalam pengoperasian
sistem kita pun, spesifikasi teknis amat diperlukan agar sistem kita
bekerja secara optimal dan dengan efisiensi yang sangat baik.
Secara
teoritis, memang spesifikasi teknis merupakan pedoman bagi teknis
operasi sebuah sistem tata bunyi. Namun, hendaknya senantiasa diingat
bahwa hasil akhir dari sebuah sistem tata bunyi adalah bunyi itu
sendiri. Bunyi adalah materi auditif. Jadi, sebetulnya ada peran yang
amat besar dari indera pendengaran manusia dalam ranah profesional
audio.
Yang menjadi masalah adalah seringkali pada situasi nyata,
apa yang kita rasakan melalui telinga kita dapat sangat berbeda dengan
rujukan spesifikasi teknisnya. Permasalahannya sekarang adalah bagaimana
kita layak bersikap? Apakah mengandalkan spesifikasi teknis semata?
Atau mengandalkan kemampuan “golden ear” kita semata? Ataukah kita harus
berpatokan pada keduanya? Jika pun kita harus mengacu pada spesifikasi
teknis dan sekaligus juga telinga, bagaimana korelasi antar keduanya?
Source :Artikel Lengkap Baca AudioPro Edisi 10 Oktober-November 2010
Copyright © 2010-2011 ThemeXpert.com All right reserved.
Top